Militer AS sergap kapal pengangkut minyak Iran di Samudra Hindia – Trump perintahkan AL tembak kapal Iran

Sumber gambar, US Department of Defense
- Penulis, Rorey Bosotti
- Peranan, BBC News
- Waktu membaca: 4 menit
Pasukan Amerika Serikat menyergap kapal yang tengah dikenai sanksi dan membawa minyak Iran di Samudra Hindia.
Departemen Pertahanan AS (DoD) menyatakan telah melakukan "maritime interdiction" terhadap kapal M/T Majestic X. Istilah “maritime interdiction” ini berarti pencegatan atau pemeriksaan kapal oleh Angkatan Laut terhadap kapal-kapal yang dicurigai bermusuhan atau melanggar hukum.
Pencegatan terhadap kapal berbendera Guyana ini terjadi bertepatan saat Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk "menembak dan menghancurkan" kapal penebar ranjau di Selat Hormuz.
"Tidak boleh ada keraguan," katanya dalam sebuah unggahan di media sosial, sembari menambahkan kapal penyapu ranjau AS sedang membersihkan selat tersebut "saat ini juga".
Pernyataan Trump ini dilontarkan melalui unggahannya di Truth Social.
Pascapenerapan blokade lalu lintas maritim dari dan ke pelabuhan-pelabuhan di Iran sejak 13 April, Komando Pusat AS (Centcom) telah memerintahkan 33 kapal untuk kembali ke pelabuhan.
DoD juga terus menghentikan kapal-kapal yang dicurigai "memberikan dukungan material kepada Iran di mana pun mereka beroperasi".
Baca juga:
Sementara itu, AS menambah satu kapal induk ke kawasan Timur Tengah, yaitu USS George HW Bush. Komando Pusat AS juga membagikan gambar di X yang menampilkan kapal kelas Nimitz itu berlayar di Samudera Hindia per hari ini.
Selain USS George HW Bush, kapal induk USS Gerald R Ford dilaporkan beroperasi di Laut Merah. Ada pula kapal induk USS Abraham Lincoln.
Dengan demikian, akan ada tiga kapal induk sekaligus di kawasan Timur Tengah.

Sumber gambar, Reuters
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Melalui blokade ini, Trump berharap dapat menekan Iran dengan menargetkan pendapatan minyak negara itu serta pungutan yang telah dikumpulkan Iran dari kapal-kapal yang ingin melintas melalui Selat Hormuz.
Pada acara di Gedung Putih yang berlangsung Kamis (23/04), Trump mengklaim blokade ini "100% efektif" dan Iran "tidak mendapatkan bisnis sama sekali".
Trump juga menyebut telah menolak tawaran dari Iran untuk membuka kembali selat tersebut tiga hari lalu. “Itu akan dibuka ketika kita membuat kesepakatan.”
Sebelumnya, pada Selasa (21/04), Trump mengumumkan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran agar rezim tersebut lebih banyak waktu menyusun "proposal terpadu" untuk mengakhiri perang. Ia tidak merinci berapa lama gencatan senjata itu akan berlangsung.
Pada Kamis (23/04), ia membantah laporan bahwa dirinya "cemas" untuk mengakhiri perang, dengan berkata: ia memiliki "seluruh waktu di Dunia. Iran tidak. Waktu terus berjalan!".
Apa reaksi Iran?
Iran menyebut penghadangan kapal yang dilakukan AS merupakan aksi "pembajakan".
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin putaran pertama perundingan damai, berkata "tidak mungkin" membuka kembali selat tersebut karena blokade yang terjadi dianggapnya sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Haji Bababei, menyatakan di hari yang sama bahwa pendapatan pertama yang dikumpulkan dari pungutan pada kapal-kapal yang menggunakan Selat Hormuz telah disetorkan ke Bank Sentral Iran.
Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan mengenai jumlah pungutan, metode penarikan, maupun siapa yang membayarnya. BBC tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen.

Sehari sebelumnya, Angkatan Laut Iran telah menyita dua kapal kargo di selat tersebut dan membawanya ke pantai setelah menerima laporan bahwa ada tiga kapal mendapat serangan dari pasukan Iran.
Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kantor berita Fars, menyebut IRGC berada di balik serangan tersebut.
BBC Verify menganalisis rekaman penyitaan dua kapal yang dibagikan oleh IRGC Adapun dua kapal, yakni MSC Francesca dan Epaminondas dapat diidentifikasi dengan jelas, meski pengambilan gambar dari udara tampaknya direkam beberapa jam setelah serangan awal yang dilaporkan.
Otoritas Yunani membantah Epaminondas telah disita dan berkata kaptennya tetap memegang kendali. Namun, transponder kedua kapal tersebut telah dimatikan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berkata negara itu "bersatu, lebih dari sebelumnya" dalam sebuah pernyataan di X.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ghalibaf mengeluarkan pernyataan serupa yang menggambarkan "persatuan besi" Iran atau “persatuan yang kokoh”.
Perang dimulai ketika AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan pada Kamis (23/04) bahwa negaranya siap melanjutkan permusuhan dan mengembalikan Iran "ke zaman kegelapan".
Katz menyebut Israel "menunggu lampu hijau dari AS untuk menuntaskan penghapusan dinasti Khamenei".
Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, meninggal dunia pada hari pertama perang pada Februari. Putra keduanya, Mojtaba Khamenei, menggantikannya pada 8 Maret tapi belum pernah terlihat di depan umum hingga kini.
































