Suhu di Alaska capai 32 derajat Celcius, pecahkan rekor selama gelombang panas

Keterangan video, Matt McGrath menjelaskan mengapa kita harus peduli atas perubahan iklim.
Waktu membaca: 1 menit

Rekor baru suhu tertinggi, yaitu 32 derajat Celsius, telah terpecahkan di wilayah negara bagian Alaska, AS, termasuk di kawasan yang berada di Lingkaran Kutub Utara.

Suhu 32 derajat Celcius terjadi di bandar udara Anchorage pada hari Kamis, demikian cuitan Badan Cuaca AS melalui akun tweetera.

Sebelumnya, suhu tertinggi di kawasan itu hanya di bawah 30C, dan adapun rata-rata suhu pada tahun ini sekitar 18C.

Rekor terkait suhu di Alaska sebelumnya juga telah memecahkan rekor di hampir seluruh sumber air panas, terutama di zona Kutub Utara, yang sangat sensitif terhadap fluktuasi iklim.

Hentikan X pesan
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan

Warga setempat, yang secara rutin mengepak topi rajut dan jaket bulunya setiap musim panas, pada hari Jumat, mereka menukarnya krim pelindung dari sengata matahari dan payung, demikian laporan kantor berita Associated Press.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Seorang penjaga pantai di antara masyarakat yang sedang berjemur di pinggir Damau Jewel, Anchorage.

Shawn King, warga Anchorage, mengatakan dia belum pernah melihat cuaca panas seperti sebelumnya.

Putri bungsunya, Tessa, bersikeras bertelanjang kaki ketika dia menawarkan untuk pergi memancing. "Terlalu panas mengenakan sepatu," ujarnya..

Gelombang panas dramatis yang dialami Alaska dalam beberapa tahun terakhir terkait dengan pelelehan lempengan es dan pemanasan di Samudra Arktik.

Kejadian ini mendatangkan malapetaka bagi komunitas lokal, satwa liar dan ekonomi negara.

Perubahan iklim telah memainkan pera atas kematian ribuan burung puffin di Alaska, kata para ilmuwan pada Mei lalu.

Mereka meyakini burung-burung itu mati kelaparan lantaran ikan yang mereka konsumsi telah bermigrasi ke wilayah utara dengan naiknya suhu laut.