Trump klaim AS dan Iran gelar perundingan untuk selesaikan perang, Iran membantah

Sumber gambar, Reuters
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan AS telah menggelar "pembicaraan yang produktif" dengan Iran mengenai "penyelesaian lengkap dan total" atas konflik di Timur Tengah.
Trump mengatakan akan "menunda segala serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran" selama periode lima hari.
Akan tetapi, Kementerian Luar Negeri Iran membantah telah terjadi perundingan antara Iran dan AS.
Dalam sebuah unggahan di TruthSocial, Trump menulis:
"SAYA DENGAN SENANG HATI MELAPORKAN BAHWA AMERIKA SERIKAT, DAN NEGARA IRAN, TELAH SELAMA DUA HARI TERAKHIR MELAKUKAN PEMBICARAAN YANG SANGAT BAIK DAN PRODUKTIF TERKAIT PENYELESAIAN LENGKAP DAN TOTAL ATAS PERMUSUHAN KITA DI TIMUR TENGAH.
"BERDASARKAN SUASANA DAN NADA DARI PEMBICARAAN MENDALAM, TERPERINCI, DAN KONSTRUKTIF INI, YANG AKAN BERLANJUT SEPANJANG PEKAN, SAYA TELAH MEMERINTAHKAN DEPARTEMEN PERANG UNTUK MENUNDA SEGALA SERANGAN MILITER TERHADAP PEMBANGKIT LISTRIK DAN INFRASTRUKTUR ENERGI IRAN SELAMA PERIODE LIMA HARI, TERGANTUNG PADA KEBERHASILAN PERTEMUAN DAN DISKUSI YANG SEDANG BERLANGSUNG. TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN ANDA TERHADAP MASALAH INI! PRESIDEN DONALD J. TRUMP"
Sebelumnya, pada 21 Maret lalu, Trump mengultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam 48 jam. Jika Iran tidak patuh, kata Trump, Washington akan "menghancurkan" berbagai pembangkit listrik Iran.
Pernyataan Trump direspons positif oleh pasar.
Harga minyak Brent turun 13% menjadi sekitar US$96 per barel. Indeks FTSE 100 kini naik 0,5% setelah sempat turun lebih dari 2%.
Iran membantah
Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan yang mengatakan: "Kami membantah apa yang dikatakan Presiden AS Donald Trump mengenai adanya negosiasi antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran."
Dikutip oleh CBS News, mitra BBC di AS, Kementerian Luar Negeri Iran menambahkan: "Republik Islam Iran berpegang pada posisinya yang menolak segala jenis negosiasi sebelum tercapainya tujuan Iran dari perang."
Menyisakan sejumlah pertanyaan
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Pernyataan Trump menyisakan sejumlah pertanyaan penting, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC di Gedung Putih, Bernd Debusmann Jr.
Walau Trump menyebut adanya pembicaraan yang "sangat baik dan produktif" dengan Iran, hal itu belum dikonfirmasi oleh pihak Iran. Pernyataan Trump juga sangat bertolak belakang dengan nada agresif yang disuarakan kedua pihak yang berperang selama akhir pekan.
Selain itu, tidak jelas secara pasti apa fokus pembicaraan tersebut. Topiknya bisa saja terkait program rudal balistik Iran atau pengayaan nuklir, atau sekadar gencatan senjata — sebuah kemungkinan yang justru direndahkan oleh Trump pada Jumat lalu.
Pernyataan Trump juga bisa merujuk pada Selat Hormuz, meski membuka jalur tersebut belum dijanjikan secara terbuka oleh Iran.
Sebagian besar pakar menilai hal itu tidak mungkin, karena kendali Iran atas Selat Hormuz menjadi pegangan penting dalam perang ini.
Banyak negara di dunia menantikan perkembangan atau rincian terkait pembicaraan AS-Iran dan langkah selanjutnya.
Artikel ini akan diperbarui secara berkala






























