'Kami lihat orang-orang sekarat di sekitar kami, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa' – Kecelakaan kereta api di Spanyol menewaskan 42 orang
Sumber gambar, Reuters
Sedikitnya 42 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah dua kereta cepat bertabrakan di Spanyol selatan, menurut pihak berwenang setempat.
Insiden di dekat kota Córdoba ini digambarkan oleh pejabat setempat sebagai kecelakaan kereta api terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade.
Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sánchez mengunjungi lokasi kejadian pada hari Senin (19/01), di mana dia mengumumkan masa berkabung selama tiga hari.
Berikut kesaksian para penyintas dan warga yang memberikan pertolongan dalam insiden tersebut.
'Kami menyaksikan mereka sekarat, tapi kami tak bisa berbuat apa-apa'
Ana tengah bepergian dengan saudara perempuan dan anjingnya di salah satu kereta yang mengalami kecelakaan pada Minggu (18/01) malam.
Setidaknya 42 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam kecelakaan kereta api terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade.
"Ada sebagian penumpang yang baik-baik saja, tapi ada yang terluka serius.
"Dan mereka ada di depan kami, kami menyaksikan mereka sekarat tetapi kami tak bisa berbuat apa-apa," kata Ana kepada Reuters.
Ana mengalami luka di wajahnya. Dia tertatih-tatih memasuki pintu rumah sakit.
Dia berlumuran darah dan tidak yakin apa penyebabnya.
Ana ditarik keluar dari gerbong kereta oleh penumpang lainnya dengan memecahkan jendela.
Saudara perempuannya, yang terhimpit puing-puing kereta, diselamatkan oleh tim penolong dan tengah diobservasi di rumah sakit setempat. Belum ada kabar tentang anjing miliknya.
"Saya mencoba menghampiri saudara perempuan saya dan mereka mengatakan kepada saya, 'Anda menginjak seorang anak'," ungkapnya.
Ana kemudian dikeluarkan dari dalam kereta oleh tim penolong.
Sumber gambar, Reuters
Dari balik jendela, dia melihat saudara perempuannya—yang tengah hamil— tidak sadarkan diri
"Dan saya mulai berteriak kepada semua orang, 'dia hamil, dia hamil!' Dan ketika petugas pemadam kebakaran datang, mereka menghampirinya dan menariknya keluar, dan sekarang dia berada di ICU dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi padanya," ungkapnya kepada stasiun berita lokal.
Kereta yang dijalankan perusahaan swasta Iryo—membawa sekitar 300 orang— dari Malaga ke Madrid tergelincir.
Tiga gerbong terakhirnya masuk ke jalur kereta api yang berdekatan.
Kereta itu kemudian bertabrakan dengan kereta lain yang melayani jalur Madrid-Huelva, yang juga tergelincir dengan 184 penumpang di dalamnya.
Setidaknya 41 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Sebagian besar adalah warga Spanyol yang kembali ke ibu kota setelah berakhir pekan.
Kepolisian Spanyol mengkonfirmasi bahwa lebih dari 220 petugas berpartisipasi dalam operasi penyelamatan di lokasi kecelakaan.
Menurut pejabat kereta plat merah Renfe, masinis meninggal dalam kecelakaan tersebut.
Baca juga:
Tabrakan terjadi setelah pukul 19.30 waktu setempat pada Minggu di dekat kota Adamuz, di Provinsi Córdoba, sekitar 360km di selatan ibu kota Spanyol, Madrid.
Beberapa saat sebelum kecelakaan, Ana menyadari ada sesuatu yang salah:
"Saya pikir itu tidak normal, saya sering bepergian dengan kereta api. Saat itulah saya mencari saudara perempuan saya, saya mencarinya dan itu adalah saat terakhir yang saya ingat sebelum semuanya menjadi gelap.
"Tiba-tiba, saya hanya mendengar teriakan-teriakan."
'Kami terlempar ke udara'
Rocío Flores, penumpang kereta yang menuju Madrid, mengatakan bahwa ada sejumlah penumpang yang terlempar ke udara saat kecelakaan tersebut.
Perempuan berusia 30 tahun itu sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Cordoba karena terluka.
"Amat mengerikan. Kami terlempar ke udara. Syukurlah saya baik-baik saja, tetapi ada banyak orang yang kondisinya lebih buruk daripada saya," katanya kepada Surat kabar Spanyol El País.
Kesaksian juga diutarakan dua penyintas lainnya. Namanya Ahmed dan Karina Tagedi.
Sumber gambar, Reuters
Mereka tengah duduk di kursi plastik hijau di ruang tunggu Rumah Sakit Universitas Reina Sofía di Cordoba.
Keduanya menunggu kabar tentang saudara mereka.
"Saudara saya patah tulang di lutut kirinya, menunggu untuk dipindahkan ke Huelva," kata Ahmed kepada Reuters.
"Ada orang-orang yang sekarat di dekatnya. Dia memberi tahu saya bahwa seorang gadis kecil meminta bantuan kepadanya. Dia tidak bisa membantunya karena lututnya patah dan dia tidak bisa bergerak.
"Dia meminta bantuan. Dia merasa sedih karena tidak bisa membantunya," ungkapnya.
Sumber gambar, Reuters
Paqui adalah salah seorang warga Kota Adamuz yang pertama kali tiba di lokasi kecelakaan.
Dia pergi ke sana bersama suaminya. Alih-alih satu kereta api yang mengalami kecelakaan, tapi ada dua kereta api.
"Suami saya naik kereta pertama Iryo dan mulai menarik orang-orang keluar. Kemudian kami naik Alvia. Di sana suami saya harus memanjat ke dalam gerbong untuk menarik orang-orang keluar. Dan dia menemukan seorang anak yang meninggal dunia..."
"Anda tidak pernah siap melihat sesuatu seperti itu. Tidak pernah. Tidak pernah, dan jika itu terjadi, Anda tidak akan pernah membayangkan insidennya akan sebesar itu: dua kereta dan orang-orang, ya…," tambahnya.
"[Kereta] hancur. Saya tidak takut, tetapi saya khawatir ketika melihat orang-orang. Saya orang yang sangat sensitif, saya bukan tipe orang yang mudah panik. Tapi Anda melakukan apa yang Anda bisa," katanya kepada Reuters.
'Film horor'
Lucas Meriako menggambarkan insiden kecelakaan kereta api itu sebagai "film horor".
"Kami berada di gerbong nomor lima dan mulai merasakan adanya benturan di rel, tidak ada yang aneh, tetapi tiba-tiba benturan itu semakin parah," katanya kepada program berita La Sexta Noticias.
Sumber gambar, Reuters
"Kereta lain lewat dan semuanya mulai bergetar lebih hebat, ada guncangan di belakang kami dan ada perasaan bahwa seluruh kereta akan jatuh... hancur," jelasnya.
Meriako menambahkan bahwa benturan tersebut memecahkan jendela kereta, menggeser koper yang jatuh menimpa sejumlah penumpang, dan terdengar rintihan korban-korban yang terluka.
Pada saat itu, menurut kesaksiannya, orang-orang mulai menyadari situasi, dan berusaha memecahkan jendela untuk keluar.
Apa yang diketahui dari kecelakaan kereta api di Spanyol?
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Sedikitnya 42 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam tabrakan kereta api berkecepatan tinggi di bagian selatan Spanyol, menurut kepolisian setempat.
Pihak berwenang mengatakan angka tersebut "belum final" dan menyebutnya sebagai kecelakaan kereta api terburuk dalam lebih satu dekade.
Layanan darurat telah merawat 112 orang, 48 di antaranya masih dirawat di rumah sakit, termasuk lima anak-anak.
Sebelas dari mereka yang masih dirawat di rumah sakit berada di unit perawatan intensif.
Insiden ini berawal saat gerbong kereta api yang menuju Madrid keluar rel dan melintasi rel sebelahnya.
Ular besi tersebut kemudian menabrak kereta api yang datang dari arah berlawanan di dekat Córdoba pada Minggu malam waktu setempat.
Sebagian besar korban tewas dan luka-luka berada di gerbong depan kereta kedua, yang sedang menuju selatan dari Madrid ke Huelva.
Di dalam kedua kereta tersebut setidaknya terdapat 400 penumpang dan awak kereta.
Jumlah penumpang di kereta api yang keluar dari rel—dioperasikan oleh Iryo— sebanyak 300 orang.
Seratus lainnya, berada di kereta api yang dioperasikan perusahaan plat merah Renfe.
Beberapa video di media sosial menggambarkan para penumpang yang sedang dievakuasi.
'Terasa seperti gempa bumi'
Seorang penumpang yang berada di salah satu kereta yang terlibat dalam kecelakaan, mengatakan dampak tabrakan terasa seperti "gempa bumi".
"Saya berada di gerbong pertama. Ada momen ketika rasanya seperti gempa bumi dan kereta memang telah keluar rel," kata jurnalis RTVE Spanyol, Salvador Jimenez.
José, seorang penumpang di kereta yang menuju Madrid, mengatakan kepada stasiun televisi publik Canal Sur: "Ada orang-orang berteriak, memanggil dokter."
Insiden 'sangat aneh'
Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente, mengatakan jumlah korban tewas "belum final" dan penyelidikan telah dibuka terkait tabrakan tersebut.
Ia menggambarkan insiden ini sebagai kecelakaan kereta api terburuk di negara itu dalam lebih dari satu dekade.
Óscar Puente menggambarkan insiden tersebut sebagai "sangat aneh". Ia mengklaim semua ahli kereta api yang dikonsultasikan oleh pemerintah "sangat bingung dengan kecelakaan tersebut"
Ia juga mengklaim kecelakaan itu terjadi di bagian rel lurus yang telah direnovasi total Mei lalu dengan investasi besar.
Kereta pertama yang tergelincir juga "praktis baru", katanya.
Ia mengatakan bahwa setidaknya dibutuhkan waktu satu bulan untuk hasil investigasi dirilis.
Di sisi lain, pihak perusahaan yang mengoperasikan kereta yang pertama kali tergelincir saat melakukan perjalanan antara Málaga dan Madrid pada Minggu malam mengatakan lokomotif tersebut baru diperiksa empat hari yang lalu.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita AFP, Iryo mengatakan kereta tersebut dibuat pada 2022, dan relatif baru.
Kereta itu "berbelok ke jalur yang berdekatan karena alasan yang masih belum diketahui," kata perusahaan tersebut.
Berita ini akan terus diperbarui.
Berita Utama
Majalah
Artikel terpopuler
Konten tidak tersedia