Bos mafia asal Skotlandia dibekuk di Bali – Siapa Steven Lyons dan bagaimana sepak terjang kejahatannya?
Sumber gambar, Spindrift
- Penulis, Paul O'Hare
- Peranan, BBC Scotland
- Penulis, Abraham Utama
- Peranan, BBC News Indonesia
- Waktu membaca: 6 menit
Buronan internasional asal Skotlandia yang ditangkap otoritas hukum Indonesia di Bali, Steven Lyons (SL), telah diserahkan ke Interpol dan bakal diterbangkan ke Spanyol pada Rabu (01/04), ungkap pejabat kepolisian Indonesia.
"SL diserahkan ke Interpol Spanyol pada hari ini [Selasa] dan akan diterbangkan dari Bandara Ngurah Rai Bali ke Spanyol pada Rabu," kata Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widiyatmoko dalam jumpa pers di Denpasar, Bali, Selasa (31/03)
NCB (National Central Bureau) adalah biro pusat nasional yang menjadi inti operasional Interpol di setiap negara anggota.
Steven Lyons, 45 tahun, dibekuk oleh petugas Imigrasi di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (28/03).
Kepolisian di Bali menyebut SL merupakan buronan kepolisian Spanyol dan UK dalam kasus kriminal, narkotika, dan tindak pencucian uang.
Pria asal Skotlandia, UK, ini ditangkap setelah sistem mendeteksinya sebagai subjek Red Notice Interpol.
Dia baru saja mendarat dari rute penerbangan Singapura–Denpasar.
Dia disinyalir menjadi dalang yang mengendalikan anggota jaringannya dalam operasi pengelolaan perusahaan fiktif serta tindak pidana pencucian uang (money laundering).
Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya dalam jumpa pers di Denpasar, Selasa (31/03), mengatakan, penangkapan Steven Lyons merupakan bagian dari Operasi ARMORUM.
Operasi itu merupakan investigasi gabungan antara Unit Central Operativa (ECO Málaga) Garda Sipil Spanyol dan Kepolisian Skotlandia.
"SL terdaftar dalam Red Notice Interpol bernomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret dari Spanyol," kata Daniel Adityajaya, seperti dilaporkan wartawan Christine Nababan yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Selasa (31/03).
Sumber gambar, Ngurah Rai Immigration Office
Siapa sosok Steven Lyons?
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Steven Lyons disebut sebagai salah-seorang pimpinan mafia terkenal di Skotlandia.
Pria 45 tahun ini ditangkap oleh Imigrasi Indonesia di Bali setelah ada peringatan dari Interpol.
Permintaan penangkapan Lyons diyakini datang melalui otoritas hukum Spanyol.
BBC Scotland News memahami bahwa dia diperkirakan akan diekstradisi ke Spanyol.
Steven Lyons disebut sebagai bos klan Lyons, yang awalnya berbasis di Cumbernauld, North Lanarkshire.
Klan ini terlibat dalam perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan kelompok saingannya, Daniel, yang berbasis di Glasgow.
Awal Maret 2026, dia sempat diberitakan telah ditangkap di Bahrain—lima bulan setelah dibebaskan dari tahanan di Dubai.
Namun dalam pekan-pekan berikutnya, kepastian keberadaannya menjadi misteri— hingga dia turun dari pesawat di Bali.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Imigrasi Ngurah Rai menyebut: 'Berdasarkan data intelijen, Lyons diduga pimpinan sebuah organisasi kriminal internasional.
Dia diduga menjadi otak di balik pengoperasian sejumlah perusahaan fiktif dan terlibat dalam kasus pencucian uang.
Bagaimana Steven Lyons ditangkap di Bali?
Steven Lyons sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Spanyol sejak dua tahun lalu, kata Sekretaris NCB Interpol Brigjen Pol Untung Widyatmoko, Selasa (31/03).
Status itu dilekatkan pada sosoknya setelah terjadi kasus pembunuhan di Spanyol pada 2024.
Namanya lantas resmi tercatat dalam Red Notice Interpol Nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026.
Penangkapan bermula dari informasi yang diterima NCB Interpol Indonesia dari NCB Abu Dhabi.
Dia dilaporkan melakukan penerbangan ke Bali.
Tim gabungan polisi dan imigrasi kemudian mengantisipasi kedatangannya di Bandara Ngurah Rai pada Sabtu (28/03) pukul 11.58 Wita.
Lyons terbang dari Singapura dengan nomor SQ-938 menuju Bali.
"Tim gabungan langsung mengamankan tersangka di lokasi tanpa ada perlawanan dari yang bersangkutan," ujar Untung Widyatmoko.
Untung menjelaskan, Lyons merupakan salah satu pelaku kriminal besar yang menjalankan operasi lintas negara, mulai Eropa hingga Timur Tengah.
"Tidak hanya di Spanyol, Skotlandia, Inggris, tapi juga beroperasi di Dubai, Qatar, Bahrain, dan Turki untuk perdagangan narkobanya," katanya, seperti dilaporkan wartawan Christine Nababan untuk BBC News Indonesia.
Dalam keterangan sebelumnya, Bugie Kurniawan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, mengatakan bahwa penangkapan itu menjadi pesan bahwa Pulau Bali "tidak akan pernah menjadi tempat aman bagi buronan internasional".
Sementara itu, Felucia Sengky Ratna, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, mengatakan: "Pencapaian ini menunjukkan bahwa pengawasan keimigrasian di Bali efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap ancaman lintas negara."
Setelah dibekuk di terminal kedatangan bandara internasional Ngurah Rai, Lyons— yang saat itu mengenakan kaus, celana pendek, dan membawa ransel—diserahkan kepada Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pada Sabtu (28/03), seorang juru bicara Kepolisian Skotlandia mengatakan: "Kami mengetahui penangkapan seorang warga Skotlandia di Bali dan kami bekerja sama secara erat dengan mitra Eropa."
Seperti apa jaringan kriminal Steven Lyons di Dubai dan Spanyol?
Pada 2006, Steven Lyons selamat dari sebuah penembakan di sebuah garasi di Lambhill, wilayah utara Glasgow, yang merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons.
Dia kemudian pindah ke Spanyol sebelum menetap di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).
Aliansi kriminal Lyons mencakup hubungan dengan kelompok kejahatan Kinahan yang berbasis di Dubai.
Disebutkan dia membangun hubungan dengan putra sang pendiri, Daniel Kinahan —mantan promotor tinju—saat tinggal di Costa del Sol, Spanyol.
Stephen Dempster, produser dokumenter Kinahan: The True Story of Ireland's Mafia, sebelumnya mengatakan kepada Scotcast dari BBC Scotland bahwa pada pertengahan 2010‑an kelompok Lyons telah tumbuh lebih besar dan lebih kaya dengan memanfaatkan jaringan global kartel tersebut.
Sumber gambar, Spindrift
Seperti apa kaitan perang antar kelompok kriminal dan sosok Steven Lyons?
Pada Mei tahun lalu, saudara Steven Lyons, Eddie Lyons Jr, dan Ross Monaghan tewas ditembak di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola, di Costa del Sol.
Kedua pria itu menghabiskan malam dengan menonton final Liga Champions sebelum menjadi target seorang pria bersenjata yang bertindak sendirian.
Michael Riley, 44 tahun, asal Liverpool, dituduh oleh polisi Spanyol sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
Ia sempat menantang upaya ekstradisi, tetapi pada Oktober, Crown Prosecution Service mengonfirmasi bahwa ia telah memberikan persetujuan untuk dibawa ke Spanyol guna menghadapi proses hukum.
Dalam beberapa hari setelah penembakan ganda itu, seorang penyidik Kepolisian Nasional Spanyol mengatakan bahwa tersangka merupakan anggota kelompok kriminal Daniel yang menjadi pesaingnya.
Namun Kepolisian Skotlandia menegaskan tidak ada indikasi bahwa pembunuhan di Spanyol tersebut terkait dengan perang antar kelompok kriminal yang masih berlangsung atau bahwa serangan itu direncanakan di Skotlandia.
Pada Jumat, operasi gabungan Skotlandia–Spanyol menargetkan sejumlah properti di Bellshill, Glasgow, Gartcosh, Whitburn, Caldercruix, Cumbernauld, Coatbridge, Barcelona, dan wilayah Malaga.
Petugas melakukan delapan penangkapan di Skotlandia dan lima di Spanyol.
Pimpinan penyidik, George Calder mengatakan kepada BBC Scotland News bahwa penyelidikan tersebut menelusuri dugaan keterlibatan tingkat tinggi dalam kejahatan terorganisir, narkotika, dan pencucian uang.
Dia menambahkan: "Operasi ini merupakan hasil dari lebih dari dua tahun kerja investigasi yang dilakukan secara cermat oleh para petugas, tidak hanya di sini, tetapi juga oleh badan lainnya, termasuk National Crime Agency dan Guardia Civil Spanyol."
Bagaimana kepolisian Skotlandia dan Spanyol bongkar mafia Lyons?
Kepolisian Skotlandia mengatakan bahwa penyelidikan tersebut sudah dimulai sebelum perseteruan antar kelompok kriminal tahun lalu di Skotlandia tengah, yang memicu serangkaian penyerangan, penembakan, dan serangan pembakaran.
Sejumlah properti dibakar di Edinburgh dan sekitarnya pada Maret, sebelum serangan meluas ke wilayah barat pada awal April.
Kepolisian kemudian meluncurkan Operasi Portaledge sebagai respons, yang sejauh ini telah menghasilkan lebih dari 60 penangkapan.
Pada Jumat, petugas dari Skotlandia dan Spanyol mendapat dukungan dari rekan‑rekan mereka di Europol serta petugas di Belanda, Turki, dan Uni Emirat Arab.
Petugas di Turki menyita dua bidang tanah dan sebuah vila yang diperkirakan bernilai sekitar £520.000, serta saham di sebuah perusahaan.
Europol mengatakan bahwa mereka meminta keterangan juga dari empat warga Turki sebagai saksi.
Berita Utama
Majalah
Artikel terpopuler
Konten tidak tersedia