BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada:
 
Email kepada teman Versi cetak
Antonius akui terlibat di Timika
 
Polisi menetapkan 8 orang tersangka dalam insiden Timika
Polisi menetapkan 8 orang tersangka dalam insiden Timika
Salah satu tersangka penembakan di Timika Papua empat tahun lalu, Antonius Wamang mengakui, dia melakukan penembakan yang menewaskan dua orang guru asal Amerika Serikat dan seorang warga negara Indonesia.

Tetapi dalam kesaksiannya, Antonius juga menyatakan ada orang di luar kelompoknya yang juga melakukan penembakan.

Perkembangan ini terjadi menyusul ditahannya menahan 12 orang oleh
kepolisian Papua terkait dengan tewasnya dua guru warga negara Amerika dan seorang warga Indonesia.

Dalam insiden tahun 2002 itu, kawanan bersenjata menembaki konvoi yang mengangkut rombongan guru dari sebuah sekolah yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia.

Setelah menginterogasi 12 orang tersangka secara mendalam, tim penyidik menetapkan delapan orang tersangka dari dua belas orang yang ditahan sebelumnya.

Salah seorang dari mereka, Antonius Wamang dianggap sebagai pemimpin kelompok ini.

Mengakui

Pengacaranya Aloysius Renwarin mengatakan, kliennya telah mengakui melakukan penembakan kepada tim penyidik dalam pemeriksaan.

"Antonius Wamang memberikan kesaksian bahwa dia melakukan tembakan dengan 30 butir peluru menggunakan senjata M-16," kata Aloysius.

Ditambahka, Antonius saat itu bersama 10 orang dalam kelompok. Masih menurut Antonius, ada tiga orang di luar kelompoknya yang juga melakukan penembakan dalam insiden itu.

Namun, Antonius mengaku tidak mengenali penembak di luar kelompoknya itu. "Dia [Antonius] hanya memberikan ciri-cirinya, berpakaian loreng dan bertopeng," kata Aloysius.

Polisi mengatakan, penyidikan lanjutan atas kasus penembakan di Timika ini akan diambil alih oleh Mabes polri.

Dan kedelapan tersangka akan diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan penyelidikan yang lebih mendalam.

Kuasa hukum para tersangka menyatakan keberatan, karena delik kasusnya di Papua dan menghawatirkan adanya campur tangan Amerika dalam penyelidikan ini.

Penembakan yang menyebabkan tewasnya dua warga negara Amerika ini mengundang kemarahan di kalangan parlemen Amerika, dan mendorong mereka semakin gencar mendukung embargo senjata terhadap Indonesia.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mencurigai keterlibatan TNI dalam pembunuhan ini, dan mengatakan kasus itu tidak pernah ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy