Melihat anak-anak di Asmat yang dilanda wabah campak dan gizi buruk

Wabah campak dan gizi buruk yang menimpa Kabupaten Asmat, Papua, sudah menyebabkan 71 anak meninggal dunia dan sedikitnya 800 orang dirawat di rumah sakit.

Keterangan gambar, Wabah campak dan gizi buruk yang melanda Kabupaten Asmat, Papua, menyebabkan 71 anak meninggal dunia sementara sekitar 800 lainnya perlu mendapat pengobatan khusus. Foto-foto oleh Dwiki Marta.
Keterangan gambar, Di rawat di satu-satunya rumah sakit di kota Agats, bocah sepuluh bulan -yang menderita gizi buruk- digendong oleh ibunya, Theresia.
Keterangan gambar, Dari 71 anak yang meninggal dunia, 66 di antara mereka meninggal karena penyakit campak dan lima anak meninggal dunia karena gizi buruk.
Keterangan gambar, Menteri Sosial, Idrus Marham, mengakui pemerintah Indonesia menghadapi kesulitan dalam menangani bencana gizi buruk atau busung lapar yang melanda Kabupaten Asmat.
Keterangan gambar, Sementara Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengatakan infrastruktur kesehatan di Kabupaten Asmat juga masih belum memadai.
Keterangan gambar, Pemerintah pusat Jakarta berpendapt solusi jangka panjang perlu ditempuh terkait wabah di Asmat, antara lain dengan program pendampingan terhadap aparat pemerintahan daerah Papua.
Keterangan gambar, Data Kementerian Sosial menunjukkan kejadian luar biasa seperti ini sudah terjadi enam kali di Kabupaten Asmat namun yang terbaru ini merupakan yang paling parah.
Keterangan gambar, Kondisi geografis wilayah Asmat -yang didominasi rawa berlumpur dan sungai-sungai- dianggap sebagai salah satu pemicu utama wabah campak dan gizi buruk.
Keterangan gambar, Anak-anak di Asmat kekurangan gizi, meski anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten itu mencapai lebih dari Rp1 triliun pada 2017 dan mendapat jatah sekitar Rp106 miliar dari dana otonomi khusus Papua.
Keterangan gambar, Banyak anak di Kabupaten Asmat mengonsumsi air sungai untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari.
Keterangan gambar, Kabupaten Asmat terdiri dari sembilan distrik (setingkat kecamatan) dengan luas kabupaten mencapai 29.000 kilometer persegi atau 48 kali luas DKI Jakarta.